Laman

Senin, 20 Juli 2015

Kamu dan Pagi

Ada deret kata yang tidak biasa pagi ini bagi kamu. 
Sekejap magis kembali rasa yang sama hinggap sama seperti bertahun yang telah lewat. 
Rasa magis itu menyapa secungkil mini yang ada di pinggir hatiku. 
Yang hampir selalu, merindumu. 

Tapi dari semua huruf yang pernah ada, dari sehamparan kalimat yang bermain dalam setiap lirik lagu, tak ada satu jenis kata yang mampu mewakilimu.
Kamu yang tersimpan begitu indah.
 Namun hanya mampu menunggu...
 Kamu menunggu dan tidak ingin beranjak pindah dari momen yang telah lalu.
 Momen yang kamu lalui bersamanya, walau tanpa suara. 
Kamu takut dan cemas. 
Setiap langkahmu terperangkap dalam bimbang. 
Di antara baris mimpi dan deret waktu, hampir setiap kali, kamu ragu. 

Kamu tak ingin pergi, tak ingin lari dan lalu darinya.
 Dia yang terus berputar mengelilingi dunianya. 
Terbang untuk hinggap kembali, dan lagi padamu. 
Kupu-kupu yang tak senang jika tertangkap, dan kamu ingin selalu menyentuh sayapnya 
tanpa menjadikannya lumpuh.
Aroma vanilla, gerakan jemari di atas i-podnya, caranya dia berbicara, jauh lebih kau kenal daripada namamu.

 Kamu mengatakan diri sendiri bodoh, namun keras kepala. 
Citamu sebenarnya hanya satu. 
Duduk di sebelahnya. 
Dan semua momen itu akan kembali terulang. 
Abadi. 


Sedetik lagipun kamu sungguh tak ingin menangis lagi. 
Ada yang tak adil jika kamu menangis, karena tak ada pelaku atau korban dalam kisahmu. 
Namun,kamu dengan keras kepalanya ingin menangis sama seperti kamu ingin menunggunya.
 Langkah kamu yang mungkin lelah membuatmu ingin kembali padaku, 
tapi aku tahu…kamu selalu ingin kembali ke sana. 

Kamu dan dunianya yang tak ingin aku lihat lagi. 
Kamu yang ingin tinggal dalam sejarah bersamanya.
 Kamu yang sangat aku cintai seperti aku mencintai dirimu..

 Hai kamu yang kusayang, pulanglah. 
Hatiku takkan lengkap tanpamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar