Pagi ini gue ke kantor dengan dress
hitam dan juga dark eyeshadow. Without any feeling gue ga pernah tau
hari ini akan berawal dengan smooth atau enggak.
At least begitu sampai, gue dibentak di pagi hari sama orang kantor.
Gue kerja di sister company yang
gedungnya notabene masih numpang di gedung perusahaan induk karena masih
belum cukup mampu untuk bayar sewa kantor di luar sono. Kami tim yang
berisi hanya 10 orang aja.
Dan gue harus akui, rata-rata orang di sister company yang gue singgahi ini agak eror-eror juga.
Sort of that kind of thing, yang
jelas tadi pagi gue kena semprot manager sebelah. Manager berkacamata
yang minggu lalu nyemprot gue gara2 gue ambil minum pakai tumbler gue.
Tumbler gue muat sampai 2-3 mug.
Minggu lalu gue kena semprot juga.
Kelewat innocent kali ya muka gue ini. Minggu lalu, masih di kondisi
pagi yang cerah, gue berjalan ke arah galon manis yang terletak di ujung
pantri.
While suddenly a Mommy Manager come to jump around on me
"Eeeh....pantesan ya air itu cepet
abis, gara-gara kamu ambil minum banyaknya aja segini. Temen kamu yang
barusan juga ngambilnya banyak banget tuh hampir 2 liter (*lebay). Saya
selalu ke lantai 5 gara-gara kalian kalau ambil minum banyak banget
kayak gitu." sambil ngos-ngosan dia marahin gue yang masih bengong
megangin tumbler.
Gue rasanya mau loncat aja saat itu.
Seinget gue sedetik lalu gue masih nyanyi lagu Ai Se Te Pe Go nya Michel
Telo.For me, nothing is better than a reggae in early morning. Dan
situasi ini agak mengganggu alunan lagunya.
Ruin the day.
Nyonyah manager yang satunya keluar
juga dari kandang harimau. Ga kalah nyolot, dia ikut ngipasin kayak
kipas sate padang sambil megang tangan manajer sohibnya itu.
" Knapah ini ada apaaah??"Gayanya kayak burung elang merekrut temannya untuk menerkam anak ayam (apakah gue secute anak ayam?)
Dengan tangan berkibas mereka menuduhkan semua tuduhan habisnya air di galon gara-gara gue. Right on my face.
It seems a bit funny karena kadang-kadang gue ga bisa dengerin orang ngomong dalam kondisi emosi begitu. Suddenly gue berasa lepas dari ruang itu terus suara mereka perlahan jadi mute. Gue asyik mandangin muka mereka yang kelewat lucu karena semakin tua mereka, semakin keriput wajah mereka terlihat saat mereka marah.
It seems a bit funny karena kadang-kadang gue ga bisa dengerin orang ngomong dalam kondisi emosi begitu. Suddenly gue berasa lepas dari ruang itu terus suara mereka perlahan jadi mute. Gue asyik mandangin muka mereka yang kelewat lucu karena semakin tua mereka, semakin keriput wajah mereka terlihat saat mereka marah.
Totally funny.
Gue tetep melaju ke arah galon sambil bicara "njih doro" dalam hati. Gue bilang dengan santainya,
"Iye bu, ntar gue ambil setengah tumbler aje ye" sambil mringis2 dan gue berlalu.
Mereka ga puas. Mereka ngegosip di
situ sambil ngalangin jalan. Persis kayak polisi yang lagi nilang dan
nunggu orang ngeluarin SIMnya.
Gue isi tumbler gue setengah aja.
Dengan santai, dan iseng (padahal dalam hati gue a bit of worry juga ya
ngelewatin mereka. They both look like Ratu Jahat dalam Oz the Great and
Powerfull, entah siapa dari mereka yang jadi nenek sihir di atas sapu.
Both of them suitable on that thing.
Sambil melengos gue ke arah Mbok Manager dan sambil nunjuk botol tumbler gue bilang,
"Bu, ini udah gue isi setengahnya ya"
Hehe, gue ga inget wajah dia kayak
apa. Coz i dont care. It is totally cool when u act something that could
make an impact but you leave the impact by themselves. Hehe.
Tapi pagi ini......dia nyolot lagi.
Sambil ngoceh engga karuan dia ngeduluin gue ambil air panas di galon. Sambil ngewanti2 kayak emak2 dia bilang,
"Awas ya, jangan banyak2 ambil air
minumnya. entar abis galonnya. Kalian tuh kalau ngambil banyak banget
ya, segentong segentong. Ini baru satu kalau yang lainnya juga ngambil
segentong ya abis jugalah. "
" Mmm,bukannya mb punya termos ya mb,
kenapa ga diisi aja mb termosnya?" Gue beraniin diri bicara untuk
appoint kalau gue mau kasih solusi.
"Eh knpa kamu ngatur saya? kamu ga tau kan kalau bla2....
Suddenly gue di dunia lain lagi, yang
jelas gue tau pingin gue capit pake jepitan jemuran tuh bibirnya. Ni
orang knapa sih, gila kok ngajak-ngajak.
Gue masuk ruangan kantor gue dengan
kesal juga akhirnya. Dan morning ini berantakan rasanya. Tanpa gue sadar
temen gue keluar ruangan dan dia balik dengan pucat sambil laporan.
"Diiih, dia marah-marah loh di kamar mandi ngomongin lo di WC sambil bilang dikau kagak punya otak"
Setau gue yang ga punya otak itu Patrick karna dia bintang batu karang.
Sedetik juga senior gue dateng masuk ruangan dan ngajak ngobrol gue di dalam gudang. *baca: arena gosip
Dia bilang sebaiknya gue jaga jarak ama tu orang dan jangan diladenin karena kerjaannya emang begitu. Semua orang di gedung juga tau kalau tingkahnya begitu. (knapa ya dibiarin aja, ah yes i know, seems they dont care either just like me)
Akhirnya gue jump into my own
perception, bisa ya orang kind of FREAK ON A THING sampai2 dia
kehilangan harga diri begitu. I mean, dia ribu karna dia ga dapat air
panas di pagi hari dan jadinya dia ga bisa minum KOPI.
Perhaps she's coffee addicted.
Gue sendiri, gue ga pernah ambil air
panas sebenernya. Gue ambil air dingin dan entah teori apa yang akhirnya
membuat dia marah2 karena air dingin diambil jadi air panasnya juga
habis.
Im curious about one thing. What kind of sumthing that could make me Freak On?
Beberapa temen gue Freak On Dance,
cowok gue sendiri Freak On Football. Bedanya dalam kompetisi selalu ada
peraturan sehingga ketika orang harus ngotot menang dalam sebuah futsal
atau lomba dansa, mereka akan berjuang dan sportif kalau mereka kalah.
Lha kalau karena air panas buat nyeduh KOPI?
Haha...seems screwed.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar